Ia menilai, hal tersebut bukan hanya menyangkut KH. Miftach secara pribadi, tetapi juga berdampak terhadap keluarga dan citra NU. Menurutnya, olok-olok terhadap KH. Miftach yang muncul di tengah masyarakat dapat menimbulkan tekanan bagi keluarga.
“Saya merasakan kasihan keluarganya. Bagaimana beliau oleh anak-anak kecil diolok-olok atas nama Rais Aam. Bagaimana tekanan mental kepada keluarga,” ucapnya.
KH. Asep juga mengaitkan persoalan tersebut dengan marwah organisasi. Ia menegaskan bahwa NU membutuhkan figur Rais Aam yang mampu menghadirkan keteduhan sekaligus kewibawaan di tengah jamaah.
“NU perlu kembali diagungkan marwahnya, dibesarkan marwahnya. Untuk itu harus di-handle oleh orang yang teduh, oleh orang yang berakhlak karimah, oleh orang yang haibah,” ucapnya.
Dalam hal ini, Kiai Asep mengusulkan KH. Nurul Huda Djazuli Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri untuk menjadi Syuriah PBNU.

NOW ON AIR SSFM 100

