“Beliau itu adalah Kiai Nurul Huda Djazuli, sepuh dan damai,” ucapnya.
Menurutnya, aspek fisik tidak seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memilih Rais Aam, karena yang harus ditekankan adalah kualitas pemikiran, keteduhan, dan akhlak seorang ulama.
“Walaupun beliau secara fisik mungkin kurang mumpuni misalnya, tetapi kan bukan itu. Pemikiran dan keteduhannya serta akhlaknya yang kita butuhkan,” ujarnya.
KH. Asep juga menegaskan kesiapannya membantu KH. Nurul Huda Djazuli jika dipercaya menjadi Rais Aam PBNU, dengan harapan kembali memperkuat peran sosial keagamaan sekaligus menjadi penopang kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya secara pribadi, itu tidak usah masuk ke dalam struktur kalau beliau Rais Aam-nya, saya siap membantu,” tegasnya.
Pihaknya berharap, kepemimpinan baru Syuriyah PBNU ke depan mampu menggemuruhkan kewajiban NU untuk menerangi masyarakat dengan ilmu hingga membawa Indonesia maju, adil, dan makmur.(ris/wld/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

