Menurut Meutya, akun influencer daerah dipilih karena memiliki kedekatan dengan pengikutnya sehingga dinilai lebih efektif dalam menjangkau target pasar yang dibidik operator judi online.
“Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online,” ujarnya dilansir dari Antara.
Selain influencer, akun resmi milik instansi pemerintah dan media massa juga menjadi sasaran pelaku. Hal itu karena akun-akun tersebut memiliki tingkat kredibilitas tinggi dan relatif sulit diblokir ataupun diputus aksesnya, baik oleh pemerintah maupun platform digital.
Kemkomdigi juga menemukan bahwa mayoritas aktivitas spam komentar judi online dilakukan menggunakan akun palsu atau akun bodong yang dioperasikan secara otomatis melalui bot.
Dalam pemantauan terbaru, pemerintah mencatat lonjakan signifikan aktivitas spam promosi judi online. Selama periode 14 hingga 28 Juni 2026, jumlah komentar terkait judi online meningkat hingga 128 persen dibandingkan hasil pemantauan sepanjang Januari hingga 13 Juni 2026.

NOW ON AIR SSFM 100

