Kamis, 5 November 2026

Muhammadiyah Rumuskan Fikih Lansia hingga Kedaulatan Pangan dalam Munas Tarjih di Surabaya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Dalam pidato iftitahnya, Haedar mengapresiasi perkembangan pemenuhan kebutuhan pangan nasional, termasuk capaian swasembada beras. Namun, ia mengingatkan pentingnya penguatan kebijakan pertanian dan pangan ke depan.

“Ke depan tentu bagaimana kebijakan-kebijakan negara lebih bagus lagi mengenai pertanian dan basic pangan kita,” katanya.

Menurut Haedar, kemandirian pangan harus diikuti kemampuan bangsa mengelola kekayaan alam secara bertanggung jawab. Potensi sumber daya alam yang besar menurutnya perlu dimanfaatkan dengan prinsip kedaulatan dan kemaslahatan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, agar memiliki kemampuan sekaligus karakter kuat dalam mengelola potensi bangsa.

“Karena kalau tidak, kita ini dengan penduduk 281 juta tapi kekayaan alam yang sebenarnya besar, kita tidak bisa mengolah alam ini dengan kemandirian dan kedaulatan kita, jika bangsa kita juga tidak punya kemampuan, termasuk generasi mudanya tidak punya karakter yang kuat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Munas Tarjih Muhammadiyah di Surabaya tahun ini juga diikuti oleh peserta dari luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, dan Kamboja.(ris/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Kamis, 5 November 2026
30o
Kurs