Ia menjelaskan, informasi yang tidak benar dapat dianggap sebagai kebenaran ketika terus-menerus disebarkan dan diperkuat oleh subjektivitas maupun keyakinan pribadi.
Fenomena tersebut semakin relevan bagi generasi Z yang menjadikan ruang digital sebagai salah satu tempat utama untuk berdiskusi dan memperoleh informasi. Topik yang dibahas pun sangat beragam, mulai dari politik dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga drama Korea, drama China, musik, dan tren olahraga seperti padel.
Melalui Phenomenography Digital, Prof. Gatut ingin melihat bagaimana orang dengan latar belakang dan pengalaman berbeda memberikan makna terhadap fenomena digital yang sama.
Pendekatan tersebut, menurutnya, tidak hanya berguna untuk memahami perilaku pengguna media sosial. Metode itu juga dapat diterapkan untuk mengevaluasi layanan publik berbasis digital dengan melihat pengalaman warga atau citizen experience.
Salah satu contohnya adalah pengalaman masyarakat ketika menggunakan sistem Coretax milik Kementerian Keuangan. Dengan memetakan pengalaman pengguna, peneliti dapat melihat bagian-bagian layanan digital yang dirasakan berbeda oleh masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

