Jumat, 31 Juli 2026

Seribuan Ojol Perempuan di Surabaya Diberi Pendampingan agar Punya Sumber Pendapatan Alternatif

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi driver ojek online perempuan. Foto: Grab

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan Pemkot dalam memperkuat perlindungan sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi mereka. Ida membeberkan, pendampingan kepada ojol perempuan sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Jadi, tahun kemarin itu sekitar 150 ojol perempuan sudah mendapatkan pendampingan dari kita. Ada beberapa kegiatan kayak cooking class, kemudian MUA (make up artist) seperti itu. Bahkan kesehatan reproduksi pada saat itu kita kolaborasi dengan salah satu rumah sakit melakukan pemeriksaan kesehatan juga di perempuan-perempuan ojol ini,” ujar Ida.

Pada tahun ini, sekitar 100 ojol perempuan kembali mendapat pendampingan hingga Agustus. Meski demikian, Ida mengakui jumlah itu masih relatif kecil dibandingkan total ojol perempuan yang telah terdata di Surabaya.

Ida memastikan, program pemberdayaan tak langsung menghentikan para srikandi jalan itu menjadi ojol. Pemkot lebih dulu mendorong mereka agar bisa mengurangi waktu kerja di jalan secara bertahap, seiring berkembangnya ketrampilan dan sumber penghasilan lainnya.

“Memang arahan Pak Wali (Eri Cahyadi) adalah perempuan ojol ini mengurangi waktunya di jalan. Jadi boleh berkegiatan tetap menjadi ojol tetapi lebih dikurangi waktunya. Nah, oleh karena itu kita memberikan pelatihan, pendampingan agar lebih banyak beraktivitas di rumah,” jelasnya. (bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Jumat, 31 Juli 2026
32o
Kurs