Jumat, 31 Juli 2026

Seribuan Ojol Perempuan di Surabaya Diberi Pendampingan agar Punya Sumber Pendapatan Alternatif

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi driver ojek online perempuan. Foto: Grab

Namun, Hebi mengakui pelaksanaan pelatihan tidak mudah. Sebab, sebagian peserta menggantungkan penghasilan harian dari menarik penumpang atau menyelesaikan pesanan.

Ia mencontohkan, pelatihan menjahit bisa berlangsung empat sampai enam hari. Sementara pelatihan membatik membutuhkan waktu dua sampai enam hari. Produk hasil bimtek itu juga tidak bisa langsung terjual untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Jadi seperti Bimtek menjahit itu empat sampai enam hari. Nah, empat sampai enam hari ini dia dapat uang dari mana kalau dia ikut Bimtek kan gitu. Terus kemudian batik dua sampai enam hari dan itu pun belum tentu produknya itu terjual,” ujarnya.

Tantangan lainnya yakni menjaga keberlanjutan usaha setelah pelatihan selesai. Dari beberapa temuan, Pemkot mendapati bantuan seperti rombong dagang maupun mesin jahit tidak selalu digunakan secara konsisten oleh penerima.

Menurut Hebi, pemberian pelatihan dan sarana usaha tidak cukup apabila tidak dibarengi penguatan motivasi, ketangguhan bekerja, serta pendampingan berkelanjutan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Jumat, 31 Juli 2026
32o
Kurs