Namun, Hebi mengakui pelaksanaan pelatihan tidak mudah. Sebab, sebagian peserta menggantungkan penghasilan harian dari menarik penumpang atau menyelesaikan pesanan.
Ia mencontohkan, pelatihan menjahit bisa berlangsung empat sampai enam hari. Sementara pelatihan membatik membutuhkan waktu dua sampai enam hari. Produk hasil bimtek itu juga tidak bisa langsung terjual untuk memenuhi kebutuhan mereka.
“Jadi seperti Bimtek menjahit itu empat sampai enam hari. Nah, empat sampai enam hari ini dia dapat uang dari mana kalau dia ikut Bimtek kan gitu. Terus kemudian batik dua sampai enam hari dan itu pun belum tentu produknya itu terjual,” ujarnya.
Tantangan lainnya yakni menjaga keberlanjutan usaha setelah pelatihan selesai. Dari beberapa temuan, Pemkot mendapati bantuan seperti rombong dagang maupun mesin jahit tidak selalu digunakan secara konsisten oleh penerima.
Menurut Hebi, pemberian pelatihan dan sarana usaha tidak cukup apabila tidak dibarengi penguatan motivasi, ketangguhan bekerja, serta pendampingan berkelanjutan.
NOW ON AIR SSFM 100

