Selasa, 3 November 2026

Seribuan Ojol Perempuan di Surabaya Diberi Pendampingan agar Punya Sumber Pendapatan Alternatif

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi driver ojek online perempuan. Foto: Grab

Karenanya, ke depan, program pemberdayaan akan disusun lebih terintegrasi. Jadwal pelatihan menyesuaikan waktu kerja peserta, misalnya digelar pada malam hari setelah mereka selesai menarik penumpang.

“Sebetulnya tidak hanya intervensi itu (tantangannya), tidak hanya pelatihan itu saja, tetapi yang lainnya ya opo carane (gimana caranya) orang ini tetap bisa mendapatkan penghasilan, tetapi dia juga mendapatkan ilmu untuk berkarya selain ojek gitu,” bebernya.

Selain usaha, Pemkot turut mempertimbangkan pelatihan di sektor jasa, seperti tenaga kebersihan rumah tangga dan hotel. Peserta yang berminat dapat mengikuti pelatihan, sertifikasi, hingga magang berbayar sebelum diarahkan ke lapangan kerja yang tersedia.

Sementara itu, Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya mengatakan, selain risiko kecelakaan, ojol perempuan juga rentan mengalami pelecehan saat bekerja.

“Yang saya intervensi ini sebagian besar adalah perempuan kepala keluarga. Jadi perempuan tunggal begitu kan. Nah, ini mereka semangat untuk mendapatkan uang tiap hari, itu kan harus dilakukan,” kata Ida.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Selasa, 3 November 2026
34o
Kurs