Organisasi Palestinian Prisoner’s Society (PPS) pada, Minggu (11/5/2026), menyebut otoritas Israel meningkatkan tindakan kekerasan terhadap tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon, utara Kota Haifa, terutama melalui razia represif yang disebut berlangsung secara sistematis.
Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita WAFA, organisasi itu mengatakan Penjara Damon saat ini menampung mayoritas dari total 88 tahanan perempuan Palestina. Selain itu, sejumlah tahanan lainnya masih berada di pusat interogasi dan penahanan Israel.
Di antara para tahanan tersebut terdapat dua anak perempuan serta tiga perempuan yang sedang hamil muda. Mereka disebut baru ditahan atas tuduhan “hasutan” menurut versi otoritas Israel.
PPS menyebut kesaksian para tahanan dan perempuan yang baru dibebaskan menunjukkan bahwa unit represif penjara Israel melakukan sedikitnya 10 kali penggerebekan selama Maret hingga April 2026.
Dalam razia itu, para tahanan disebut mengalami pemukulan berat, dipaksa tiarap di lantai dengan tangan terikat ke belakang, hingga mengalami kekerasan saat dalam posisi tersebut. Sejumlah tahanan perempuan dilaporkan mengalami luka dan memar akibat tindakan itu.
Menurut organisasi tersebut, razia berlangsung pada 28 Februari, 5 Maret, 10 Maret, 17 Maret, 30 Maret, 1 April, 3 April, 17 April, 21 April, dan 23 April 2026.
Selain razia, otoritas Israel juga disebut meningkatkan penggunaan sel isolasi terhadap tahanan perempuan. Sedikitnya enam perempuan dilaporkan ditempatkan di ruang isolasi, beberapa di antaranya lebih dari dua pekan.
Kondisi di dalam penjara juga disebut semakin padat akibat operasi penangkapan yang terus berlangsung. Beberapa sel kini diisi lebih dari 10 tahanan sehingga banyak di antaranya terpaksa tidur di lantai.
Palestinian Prisoner’s Society mengatakan kebijakan kelaparan menjadi salah satu bentuk penyiksaan paling menonjol yang dialami tahanan, terutama saat hari-hari besar Israel. Bahkan, seorang tahanan dilaporkan kehilangan berat badan hingga sekitar 30 kilogram selama beberapa bulan ditahan.
Organisasi itu juga menyebut praktik penggeledahan tanpa busana masih terus dilakukan, terutama saat tahanan dipindahkan ke Penjara Hasharon atau ketika tiba di Penjara Damon. Para tahanan menggambarkan tindakan tersebut sebagai perlakuan yang merendahkan dan mempermalukan.
Selain itu, beberapa tahanan perempuan disebut menderita penyakit kronis, termasuk dua perempuan pengidap kanker yang dilaporkan tidak mendapatkan perawatan medis memadai meski kondisi kesehatannya terus memburuk.
Menurut PPS, sebagian besar tahanan perempuan Palestina ditahan atas tuduhan “hasutan” atau melalui skema penahanan administratif tanpa dakwaan maupun proses pengadilan, berdasarkan bukti rahasia versi otoritas Israel. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

