Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan, kesepakatan damai dengan Iran berpotensi ditandatangani dalam dua hingga tiga hari ke depan. Ia menyebut perundingan kedua negara kini berada pada tahap akhir menuju kesepakatan yang dinilainya “kuat dan penting”.
Trump menegaskan bahwa salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah jaminan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan energi global.
“Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan memungkinkan (Iran) memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Dan selat itu (Hormuz) akan dibuka kembali segera setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari,” kata Trump kepada wartawan.
Saat diminta memperjelas jangka waktu, Trump kembali menegaskan bahwa kesepakatan tersebut kemungkinan akan terjadi dalam hitungan hari, bukan minggu.
“Kami memiliki peluang yang baik untuk mewujudkannya. Sejujurnya, kami seharusnya bisa menyelesaikannya dalam satu jam jika memang mau. Kami sangat dekat dengan kesepakatan yang kuat dan penting,” tambahnya dilansir dari Antara pada Selasa (9/6/2026).
Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir setelah serangkaian eskalasi militer di Timur Tengah. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang dilaporkan menimbulkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur.
Iran kemudian merespons dengan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yang semakin meningkatkan ketegangan regional.
Pada 7 April, kedua negara sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata. Namun, upaya lanjutan untuk mencapai kesepakatan damai dalam perundingan di Islamabad dilaporkan tidak membuahkan hasil konkret.
Hingga saat ini, proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung. Pembahasan difokuskan pada penyusunan rancangan nota kesepahaman sebagai kerangka dasar kesepakatan damai jangka panjang. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

