Di tengah beragam tanggapan masyarakat, Arif Satria Kepala BRIN sebelumnya menyampaikan bahwa penggunaan tepung singkong sebagai bahan alternatif pemadam kebakaran secara teoritis memungkinkan untuk dikembangkan.
Namun, efektivitasnya dalam menangani karhutla berskala besar masih memerlukan pengujian lebih lanjut. BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk mempersiapkan pemanfaatan teknologi tersebut.
Berbagai pendapat pendengar Suara Surabaya menunjukkan bahwa inovasi pemadam berbahan singkong memunculkan pertanyaan yang lebih luas, bukan hanya mengenai kemampuan bahan tersebut memadamkan api, tetapi juga kesiapan produksi, efektivitas di lapangan, dan pengelolaan kawasan rawan kebakaran.
Di samping pengembangan teknologi, pencegahan melalui pengelolaan lahan dan perlindungan kawasan gambut menjadi perhatian yang tidak kalah penting dalam menghadapi ancaman karhutla. (nda/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

