Parade Juang diberangkatkan dari Tugu Pahlawan pada pukul 14.30 WIB. Jalan Tunjungan menjadi salah satu titik yang paling dipadati warga karena dinilai menjadi pusat atraksi.
Irawati warga Perak mengaku datang sejak pukul 13.30 WIB bersama anaknya. Ia sengaja mengajak anaknya yang bersekolah di SMK Pariwisata untuk belajar sejarah.
“Kebetulan anak saya sekolah SMK pariwisata, saya ingin mengasih tau kalau ini lho, kisah Surabaya. Dari Hotel Yamato, penyobekan bendera Belanda. Ngasih tau ke anak-anak, ini lho veteran, ini pejuang yang dulu,” ujarnya.
Nindya, seorang pelajar yang datang sejak pukul 10.00 WIB. Ia memilih lokasi di Tunjungan untuk melihat drama teatrikal dan mendukung teman sekolahnya yang ikut sebagai peserta parade.
“Mau lihat dramanya sih, kan biasanya dramanya dimunculin di sini. Kayak perobekan benderanya juga di sini. Kan dari sekolah aku ada yang ikut, jadi pengen melihat teman-temanku juga lagi parade,” kata Nindya.








