“Jadi desa ini mengusulkan langsung ke sistem kami. Kami langsung memverifikasi, kami akan cek itu dan itulah yang nanti kita lakukan,” katanya.
Arief menyebut, pengusulan bantuan belum dibuka langsung kepada masyarakat secara mandiri melalui sistem tersebut. Langkah ini dilakukan agar setiap pengajuan dapat disaring terlebih dahulu oleh pemerintah setempat.
Setelah pengajuan diterima, pemerintah akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan bantuan.
Lebih lanjut, Arief mengatakan, program bedah rumah di Jawa Timur dapat didanai melalui tiga sumber anggaran, yakni pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah kabupaten/kota.
Usulan yang masuk akan diverifikasi untuk menentukan sumber bantuan yang paling memungkinkan digunakan.
NOW ON AIR SSFM 100

