Senin, 13 Juli 2026

PB Gabsi Diminta Lindungi Hak Atlet usai Polemik Hadiah Turnamen Bridge di Balikpapan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Bridge adalah olahraga pikiran berupa permainan kartu remi yang dimainkan oleh empat orang yang terbagi menjadi dua pasangan. Foto: iStock

BTC meminta Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) turun tangan menyelesaikan polemik pembayaran hadiah salah satu turnamen di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Permintaan tersebut disampaikan Thoriq Alkatiri CEO sekaligus owner BTC. Menurut Thoriq, keterlibatan PB Gabsi diperlukan agar hak atlet, pelatih, dan klub peserta terlindungi, sekaligus menjaga kredibilitas penyelenggaraan turnamen bridge di Indonesia.

“PB Gabsi harus turun tangan agar hak atlet, pelatih maupun klub terlindungi. Selain itu saya berharap masalah seperti ini tidak terjadi di kepengurusan PB Gabsi sekarang maupun yang akan datang,” kata Thoriq dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (12/7/2026).

Turnamen tersebut digelar di Balikpapan pada 12-14 Juni 2026. Thoriq menyebut, kejuaraan dengan total hadiah Rp250 juta ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta atlet dari Singapura dan Filipina. Namun, hingga kini, BTC mengaku belum menerima hadiah sebesar Rp30 juta sebagai peringkat kedua.

Thoriq menilai persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena dapat berdampak terhadap kepercayaan peserta pada penyelenggaraan turnamen bridge di berbagai daerah, khususnya di Kalimantan.

Meski demikian, Thoriq menegaskan keikutsertaan BTC di Balikpapan bukan semata-mata mengejar hadiah, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga bridge di berbagai daerah.

Hery Maulana Sekjen PB Gabsi saat menyerahkan plakat juara kepada tim BTC di Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: Istimewa

Sementara itu, Ronny Eltanto Kapten BTC mengaku kecewa karena baru kali ini mengalami keterlambatan pembayaran hadiah dalam sebuah turnamen bridge.

Menurut Ronny, dirinya telah beberapa kali menghubungi ketua panitia turnamen tersebut untuk meminta kejelasan terkait pencairan hadiah. Namun hingga kini belum ada kepastian.

“Alasannya mereka karena sponsor ada yang belum cair. Kalau dipending seminggu itu masih wajar, tapi ini sudah hampir sebulan,” kata Ronny. (saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
26o
Kurs