Pendekatan tersebut memungkinkan klub mendapatkan data mengenai kondisi fisik pemain, termasuk kekuatan otot, agility, kapasitas VO2 max, kualitas pergerakan, hingga potensi risiko cedera.
Data tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam menyusun program latihan, treatment, nutrisi, maupun keputusan terkait perekrutan pemain.
Dengan demikian, penilaian terhadap pemain tidak hanya didasarkan pada performa ketika bertanding. Kondisi fisik dan potensi risiko kesehatan juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
Pendekatan sport science yang dikembangkan Persebaya disebut mengingatkan pada konsep Milan Lab milik AC Milan. Sistem tersebut dikenal dengan pendekatan preventif, yakni tidak hanya menangani cedera setelah terjadi, tetapi berupaya mengidentifikasi potensi persoalan fisik sejak awal.
Bagi klub profesional, pendekatan tersebut dapat mengurangi risiko ketika merekrut pemain. Masalah fisik yang terdeteksi sebelum kontrak ditandatangani dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan transfer.









