Persebaya Surabaya menilai kemitraan dengan sponsor tidak seharusnya berhenti pada hubungan transaksional. Bagi klub berjuluk Bajul Ijo itu, kerja sama jangka panjang justru menjadi bagian penting untuk membangun perencanaan klub secara lebih matang, termasuk persiapan tim dan penguatan sektor pendukung di luar lapangan.
Candra Wahyudi Direktur Operasional Persebaya Surabaya mengatakan, hubungan dengan partner harus dibangun melalui komunikasi, keterbukaan, dan kesamaan visi. Menurutnya, sponsor bukan sekadar pihak yang memberikan dukungan finansial dengan imbalan pemasangan logo di jersey.
“Jadi memang kita punya filosofi bahwa menjalin hubungan dengan partner itu tidak bisa sekadar transaksional. Misalnya partner datang bawa uang, terus logonya ditempel di jersey, tidak sekadar itu,” kata Candra di Surabaya pada Sabtu (29/8/2026) siang.
Menurut Candra, pola hubungan yang hanya berorientasi pada transaksi justru berisiko membuat kemitraan tidak berjalan harmonis. Karena itu, Persebaya berupaya membangun hubungan yang memungkinkan kedua pihak saling memahami kebutuhan dan tujuan masing-masing.
“Kalau kita hubungannya transaksional nanti jadinya hubungannya malah tidak harmonis,” ujarnya.
Candra mencontohkan hubungan Persebaya dengan Extra Joss yang telah berlangsung sejak 2020. Kedua belah pihak akan meneruskan kerja sama hingga 2028 mendatang. Menurut dia, keberlanjutan kerja sama tersebut tidak terlepas dari komunikasi yang terbuka antara klub dan partner.
“Tidak ada batas, kita saling terbuka, saling transparan untuk menyampaikan apa visi dan misi kita bersama dua pihak ini. Alhamdulillah itu yang bisa berjalan langgeng sampai sekarang,” jelasnya.
Ia mengatakan, pada masa awal kerja sama, kedua pihak masih berada dalam tahap saling mengenal dan memastikan komitmen masing-masing. Setelah hubungan dan kepercayaan terbentuk, kerja sama kemudian berkembang menjadi kontrak multiyears.
“Di tahun keempat, ya, 2024 kita sudah mulai multi years, terus kemudian ini juga multi years yang kedua,” kata Candra.
Menurutnya, kerja sama jangka panjang membuat Persebaya dan partner semakin memahami kebutuhan masing-masing. Meski dinamika tetap muncul setiap musim, komunikasi yang intensif dinilai menjadi kunci untuk menemukan solusi bersama.
“Jadi memang pasti akan ada dinamika setiap season, tapi alhamdulillah dengan keterbukaan, dengan kita juga sering komunikasi, kita bisa sama-sama mencari baiknya ke depan seperti apa,” tuturnya.
Lebih dari sekadar menjaga hubungan dengan sponsor, Candra menilai kepercayaan partner dalam jangka panjang memberikan keuntungan strategis bagi manajemen Persebaya.
Klub memiliki ruang lebih besar untuk menyusun perencanaan tidak hanya untuk satu musim, tetapi juga beberapa tahun ke depan.
“Ketika partner-partner kami percaya ke kami untuk jangka panjang, kita juga bisa bikin plan lebih panjang juga terkait bagaimana persiapan tim, tidak hanya untuk tahun ini tapi untuk dua-tiga tahun yang akan datang,” ungkapnya.
Perencanaan jangka panjang itu, lanjut Candra, turut mendorong Persebaya melakukan penguatan di berbagai sektor. Pada musim ini, klub dapat mempersiapkan sejumlah aspek secara lebih terstruktur, termasuk meningkatkan penerapan sport science.
“Makanya tahun ini misalnya saya bisa tambahkan, kita bisa lebih siap, lebih rapi. Kita memperkuat sport science, kita memperkuat sisi-sisi lain di luar lapangan,” katanya.
Candra menegaskan, keberhasilan membangun klub tidak hanya bergantung pada performa tim di lapangan. Kolaborasi antara manajemen, pemain, suporter, dan partner menjadi bagian dari ekosistem yang harus terus dibangun.
Ia berharap kepercayaan dan kolaborasi tersebut dapat terus terjaga sehingga Persebaya memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mencapai target olahraga di masa mendatang.
“Ini kolaborasi dari seluruh ekosistem di Persebaya dengan partner-partnernya yang mudah-mudahan, kalau kita semuanya berjalan dengan baik, benar, dan diizinkan Allah, kita bisa meraih hasil yang terbaik,” pungkasnya. (saf/faz)








