Jumat, 22 Januari 2021

PCNU-PD Muhammadiyah Serukan Pilwali Surabaya 2020 Bermartabat dan Maslahat

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Surabaya menyampaikan seruan bersama menjelang proses Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 di salah satu hotel di Jemursari, Surabaya, Jumat (4/11/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Surabaya menyampaikan seruan bersama menjelang proses Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Masing-masing pemimpin organisasi Islam itu membacakan bersama seruan untuk Nahdliyyin dan Warga Muhammadiyah, juga seluruh masyarakat Kota Surabaya di salah satu hotel di Jemursari, Surabaya, Jumat (4/11/2020).

Muhibbin Zuhri Ketua PCNU Surabaya bdan Mahsun Ketua PD Muhammadiyah Surabaya membacakan surat seruan bersama itu secara bergiliran di hadapan jajaran pengurus dan awak media massa di Surabaya.

Inti seruan bersama itu, kedua organisasi Islam ini meminta agar semua pihak, baik masyarakat, penyelenggara dan peserta Pilwali Surabaya 2020 mengawal agar proses demokrasi ini bermartabat dan membawa kemaslahatan.

Muhibbin maupun Mahsun sama-sama berharap dan meminta seluruh elemen masyarakat aktif terlibat dan berdoa agar Pilwali Surabaya kali ini bisa melahirkan pemimpin yang kredibel dalam rangka mewujudkan kemaslahatan warga kota.

Ada lima poin Seruan Bersama PCNU dan PD Muhammadiyah Kota Surabaya yang mereka sampaikan sebagai pemangku kepentingan kepada warga masing-masing organisasinya. Berikut ini selengkapnya.

1. Kepada warga NU dan Muhammadiyah agar menggunakan hak pilih dalam pemungutan
suara 9 Desember sebagai perwujudan pelaksanaan syariat agama terkait nashbul-imamah dan tanggung jawab kebangsaan untuk melahirkan kepemimpinan daerah yang amanah.

2. Kepada semua warga Kota Surabaya agar menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab,
memilih pasangan calon wali kota dan wakil wali kota berdasarkan hati nurani dan akal sehat, serta menghindari money politics (politik uang).

3. Kepada penyelenggara Pilkada (KPU dan Bawaslu Surabaya), agar memastikan bahwa Pilkada berlangsung dengan jujur, adil, serta memenuhi standar protokol kesehatan dalam situasi Pandemi Covid-19 ini.

4. Kepada semua warga, paslon dan tim sukses paslon agar memandang bahwa perbedaan pilihan adalah sesuatu kelaziman dalam demokrasi serta menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam berpolitik dengan tidak melakukan intimidasi, bulying, kampanye hitam, kampanye nagatif, atau hal-hal lain yang bisa mencederai demokrasi dan merusak persatuan, harmoni, dan kerukunan warga.

5. Jangan lupa tetap berdoa kepada Allah Swt Semoga lahir pemimpin yang bertaqwa kepada
Allah SWT dan menyangi warganya. Semoga Surabaya menjadi kota yang diridlai.

Setelah konferensi pers itu, kedua pemimpin cabang dan daerah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menunjukkan Seruan Bersama tertulis yang sudah mereka tandatangani kepada awak media.

Muhibbin Zuhri maupun Mahsun sama-sama menyampaikan, mereka akan mengirimkan dan mengedarkan surat Seruan Bersama itu kepada masyarakat Surabaya melalui kader-kader di tingkat ranting.

“Kami juga akan melibatkan badan otonom kami sebagai elemen yang mewakilu pemuda, agar menyampaikan dan mensosialisasikan ini kepada pelajar dan mahasiswa,” ujar Muhibbin diamini oleh Mahsun.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Trailler vs Pick Up di Tol

Tambak Mayor Macet

Truk Naik Pembatas Jalan

Truk Mogok di Manyar Gresik

Surabaya
Jumat, 22 Januari 2021
28o
Kurs