Minggu, 3 Maret 2024

Budiman Sudjatmiko Yakin Prabowo-Gibran Pilihan Rekonsiliasi dan Persatuan untuk Kemajuan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Budiman Sudjatmiko Wakil Ketua Tim Pakar TKN Prabowo-Gibran memberikan keterangan pers, Senin (11/12/2023), di Jakarta. Foto: Farid Suara Surabaya

Budiman Sudjatmiko Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengatakan, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 pada Pilpres 2024 adalah pilihan rekonsiliasi dan persatuan nasional.

“Bagi kami, pilihan kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran adalah pilihan rekonsiliasi dan persatuan nasional untuk kemajuan,” ucapnya dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

Dia melanjutkan, setelah menikmati angin reformasi tahun 1998, sekarang agenda kemajuan Indonesia harus dititikberatkan pada persatuan orang Indonesia tanpa menyampingkan agenda Hak Asasi Manusia (HAM), pemerintahan, dan isu korupsi.

“Kita sudah menikmati 25 tahun. Setelah itu kami merasa agenda kemajuan Indonesia sangat dibutuhkan yang namanya persatuan orang Indonesia. Kami melihat bahwa isu demokrasi, isu HAM, isu pemerintahan, isu korupsi, tetap relevan. Ingat itu, tetap relevan,” imbuhnya.

Menurut Budiman, Prabowo Subianto yang waktu itu masih Prajurit TNI hanya menjalankan tugas negara. Sementara itu, para aktivis menjalankan tugas sejarah untuk meruntuhkan rezim otoriter Soeharto.

Budiman melanjutkan, dia dan para aktivis 98 merasa terpanggil dari tugas sejarah guna memajukan Indonesia yang lebih baik, lebih bebas, dan lebih demokratis.

“Tahun 98 tugas sejarah dan tugas negara ada dalam berhadapan karena pada waktu itu keadaan negara otoriter, menolak untuk melakukan perubahan dengan cara yang baik-baik. Sehingga terpaksa kami melakukan pelanggaran dan perlawanan,” paparnya.

“Hari ini kami bersama Pak Prabowo setelah 25 tahun, kami ingin tugas negara dan tugas sejarah tidak berhadap-hadapan, kami bersatu. Karenanya ada ancaman-ancaman, ada situasi yang mengharuskan kami bersatu,” sanbungnya.

Budiman melanjutkan, selain persatuan, komitmen HAM harus diletakkan dalam kerangka bangsa agar lebih sejahtera. Selain itu, anak-anak Indonesia juga harus lebih sehat hingga akses informasi yang tidak terganggu.

“Bagi kami, Pak Prabowo Mas Gibran adalah pilihan rekonsiliasi dan persatuan nasional untuk kemajuan. Kami dulu, teman-teman ini di masa-masa yang paling susah, kami memimpikan Indonesia lebih baik, demokratis, dan kita ingin seluruh orang-orang baik bisa tampil,” tandasnya. (rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs