“NU harus memiliki banyak pesantren unggulan untuk menguasai teknologi, bahasa Arab dan Inggris. Kita membutuhkan generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” kata Gus Choi.
Dia juga mendorong pengembangan ma’had sebagai pusat pendidikan sekaligus tempat pengembangan keterampilan, pembentukan karakter dan pemberdayaan ekonomi generasi muda.
“Penguatan pendidikan harus berjalan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat. Sebab, persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan besar Indonesia,” ujarnya.
Gus Choi merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk. Angka kemiskinan di perdesaan bahkan mencapai 10,67 persen, lebih tinggi dibandingkan perkotaan yang berada di angka 6,34 persen.
Karena itu, menurut dia, agenda pendidikan dan dakwah harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

