“Kalau masyarakat masih miskin, yang mendesak bukan hanya pendidikan dan dakwah. Kita membutuhkan pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan sosial, dan kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, buku kedua, Problem Indonesia dan Solusinya, memiliki ketebalan 606 halaman. Buku tersebut memuat gagasan mengenai berbagai persoalan bangsa dengan pijakan pada Pancasila, UUD NRI 1945, moralitas, keadilan dan pengalaman sejarah Indonesia.
Salah satu gagasan yang ditekankan Gus Choi adalah menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai gerakan bersama.
Menurut dia, kesejahteraan sosial tidak semestinya hanya dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Ia juga mengkritik pendekatan fiskal yang terlalu mengandalkan peningkatan pajak untuk menambah penerimaan negara.

NOW ON AIR SSFM 100

