Kamis, 13 Agustus 2026

Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo, PA GMNI Desak MBG Dikelola Transparan dan Bebas KKN

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Abdy Yuhana Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI (di podium) saat menyampaikan pernyataan sikap kebangsaan bertajuk “Ambeg Paramarta” di Kantor DPP PA GMNI, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Menurutnya, kritik terhadap pelaksanaan MBG tidak semestinya dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap program pemerintah. Evaluasi justru diperlukan untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Evaluasi terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program tidak boleh dipandang sebagai bentuk penolakan, tetapi sebagai mekanisme demokratis untuk memperbaiki kebijakan agar tepat sasaran,” katanya.

Selain persoalan tata kelola program pemerintah, PA GMNI juga menganggap etika penyelenggaraan negara perlu diperkuat. Praktik politik dinasti, nepotisme, benturan kepentingan, gaya hidup mewah pejabat, hingga pengisian jabatan strategis tanpa mengutamakan kompetensi dinilai dapat menggerus kepercayaan publik.

PA GMNI meminta pemerintah mengembalikan prinsip meritokrasi sebagai dasar dalam pengisian jabatan di lembaga negara maupun BUMN.

Abdy menegaskan, jabatan publik semestinya diberikan kepada sosok yang memiliki kompetensi, integritas dan rekam jejak yang jelas, bukan berdasarkan hubungan politik maupun kepentingan transaksional.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2026
28o
Kurs