“Ambeg Paramarta merupakan kecerdasan dan kearifan seorang pemimpin untuk membedakan hal-hal yang penting dan mendesak bagi rakyat dari hal-hal yang kurang penting,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberpihakan kepada kepentingan umum harus ditempatkan di atas kepentingan politik kelompok.
Dalam pandangan PA GMNI, Pancasila menjadi pedoman pembangunan, Trisakti menjadi orientasi kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan kepribadian budaya, sementara Marhaenisme menjadi spirit keberpihakan terhadap rakyat kecil.
Adapun Ambeg Paramarta ditempatkan sebagai etika dalam menentukan prioritas kebijakan negara.
“Dengan jalan itulah Indonesia dapat menjaga kedaulatan politik, memperkuat kemandirian ekonomi, membangun kepribadian kebudayaan, memulihkan kepercayaan publik dan demokrasi, serta semakin mendekati tujuan kita dalam bernegara, mewujudkan masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Abdy.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

