AI Sudah Kuasai Dunia Hukum, Habib Aboe: Advokat yang Tak Beradaptasi Bisa Tertinggal
Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:56 WIB
KH Miftahul Akhyar Rais Aam PBNU saat menyampaikan khutbah iftitah dalam rangkaian Munas dan Konbes NU 2026. Foto: NU Online
Lebih lanjut, ketika organisasi menghadapi persoalan kepemimpinan, ia menegaskan otoritas Syuriyah, keputusan yang didukung 36 pengurus wilayah dan membawa Muktamar dipercepat serta digelar dengan tertib. Ia juga menjadi perekat, memimpin istighosah ribuan nahdliyin menjelang muktamar.
Ia menyebut, pengabdian KH. Miftachul Akhyar diakui negara, yakni pada 2025 menerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa di abad kedua NU, Rais Aam harus merdeka dari kepentingan politik praktis dan berpegang teguh pada tradisi dan khittah.
“Kepemimpinan di tingkat PBNU harus mampu menjaga persatuan dan marwah organisasi. Kami melihat KH Miftachul Akhyar memiliki kapasitas tersebut,” pungkasnya.(ris/wld/faz)