Hasto menyebut perhatian Airlangga terhadap generasi muda semakin terlihat dari pilihannya mengangkat Marhaenisme dalam konteks Gen Z.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari usaha agar generasi baru Indonesia tidak kehilangan hubungan dengan akar pemikiran para pendiri bangsa.
“Mas Angga memiliki keyakinan bahwa generasi baru Indonesia harus mengenal Bung Karno secara lebih substantif. Bukan menghafalkan Bung Karno, tetapi memahami bagaimana Bung Karno membaca rakyat, bangsa dan dunia; bagaimana kemerdekaan harus menghadirkan keadilan sosial,” tutur Hasto.
Hasto juga mengenang perjumpaan intelektualnya dengan Airlangga di Blitar, Jawa Timur, pada pertengahan Juni 2026. Keduanya hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional “Membumikan Pancasila” yang digelar di halaman Museum Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno.
Dalam forum tersebut, keduanya membahas pentingnya mengembalikan Pancasila dan Marhaenisme pada watak dasarnya sebagai gagasan yang berpihak kepada rakyat kecil.

NOW ON AIR SSFM 100

