Rangkaian pertemuan itu memperlihatkan konsistensi Airlangga dalam mendalami pemikiran Bung Karno sekaligus mencari relevansinya bagi persoalan Indonesia masa kini.
Hasto mengatakan gagasan pembebasan rakyat yang dibawa Airlangga melalui Marhaenisme juga terus disuarakan dalam berbagai ruang diskusi, termasuk di Blitar, Surabaya, dan sejumlah kota lainnya.
Dia berharap karya dan pemikiran Airlangga tidak berhenti setelah kepergiannya. Justru, karya-karya tersebut harus menjadi bahan diskusi dan kajian, terutama di kalangan mahasiswa serta generasi muda.
“Cara terbaik menghormati seorang intelektual adalah menjaga agar gagasannya terus hidup. Bacalah karya-karya Mas Angga, diskusikan, kritik, dan kembangkan. Teruslah mengenal Bung Karno dan pemikirannya. Dengan cara itulah api pemikiran dan perjuangan tidak pernah padam,” pungkas Hasto.(faz/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

