Senin, 20 September 2021

Pelaku Usaha Disarankan Berinovasi Hadapi Aturan Makan 20 Menit

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyarankan para pelaku usaha di bidang makanan berinovasi untuk menyajikan hidangan lebih cepat terkait aturan alokasi waktu makan 20 menit bagi konsumen makan di tempat.

“Pelaku ekonomi kreatif harus sedikit menyesuaikan dari persiapan produk, kalau di level usaha mikro dan kecil, bisa lebih banyak pakai konsep setengah jadi,” kata Sandiaga di konferensi pers daring, Senin (2/8/2021).

Alokasi waktu yang diberikan untuk konsumen agar disiplin dan tidak berlama-lama di rumah makan menjadi tantangan bagi pemilik usaha agar bisa serba cepat dalam menyajikan hidangan. Pelaku usaha harus memikirkan strategi agar bisa menghidangkan pesanan konsumen secepat mungkin sehingga pelanggan pun bisa makan tanpa terburu-buru.

Dia menjelaskan, pelaku usaha kecil dan mikro di bidang kuliner bisa menyiapkan makanan-makanan setengah jadi sehingga proses penyajian kepada konsumen bisa lebih cepat.

“Bisa disiapkan seperti tinggal tuang kuah atau tinggal disajikan di piring,” ujar dia seperti dilaporkan Antara.

Sementara itu, untuk pelaku usaha bidang makanan kategori menengah atau restoran berskala besar, Sandiaga menyebut konsep dapur sentral atau dapur awan (cloud kitchen) bisa menjadi solusi.

Konsumen diizinkan makan di warung makan, pedagang kaki lima dan lapak jajanan dalam alokasi waktu 20 menit selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Sandiaga mengatakan ini merupakan solusi untuk penjual dan konsumen.

“Saya coba lihat bagaimana relawan mencoba (makan) 20 menit, memang penuh tantangan tapi ini adaptasi win-win solution di mana pelaku ekonomi kreatif masih bisa buka dengan pembatasan dari segi makan di tempat,” katanya.

Dia menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertugas untuk memberikan fasilitasi agar tercipta solusi untuk kedua pihak di mana pengusaha makanan bisa tetap beroperasi walau dibatasi tanpa menghalangi penanganan pandemi Covid-19 yang tetap jadi prioritas.

“Sehingga harapan kita perputaran ekonomi tidak mengganggu penanganan pandemi,” katanya.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Senin, 20 September 2021
33o
Kurs