Pada kesempatan yang sama Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur yang membuka FGD tersebut menegaskan pentingnya merancang kebijakan kesehatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan supaya tidak bersifat teknokratis.
“Kita ingin riset ini bukan menjadi produk yang hanya disusun secara teknokratik, tetapi juga memperhatikan realitas di lapangan. Karena itu kita libatkan pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat agar kebijakan yang lahir benar-benar implementatif,” jelasnya.
Wagub Jatim menilai tantangan terbesar dalam perubahan pola hidup masyarakat saat ini adalah menyeimbangkan produktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kita harus mencari titik temu antara pertumbuhan ekonomi melalui dunia usaha dengan perlindungan kesehatan masyarakat. Tidak ada solusi yang bisa sekadar disalin dari negara lain karena kita juga harus memperhatikan kearifan lokal,” ujarnya.
Emil juga menyebut bahwa penyakit tidak menular akibat perubahan pola gaya hidup kini menjadi tantangan setelah pandemi Covid-19 berlalu.

NOW ON AIR SSFM 100

