Selain itu, beberapa mikroorganisme dapat masuk ke bagian dalam buah atau sayuran sehingga tidak dapat dihilangkan hanya melalui proses pencucian. Coffman mencontohkan bakteri E. coli yang dapat masuk ke tomat melalui bagian bekas tangkai.
Karena itu, mencuci bukan satu-satunya cara untuk menjaga keamanan makanan. Pengolahan dengan cara memasak, penyimpanan pada suhu yang tepat, serta pencegahan kontaminasi silang juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan.
Untuk mencuci buah dan sayuran, pastikan tangan sudah bersih. Kemudian, bilas produk di bawah air mengalir yang bersih dan sejuk. Buah atau sayuran yang kulitnya akan dikupas tetap perlu dibilas terlebih dahulu.
Produk dengan permukaan keras dapat digosok menggunakan sikat khusus untuk buah dan sayuran guna membantu menghilangkan kotoran yang menempel.
Khusus selada yang belum melalui proses pencucian, daun terluar sebaiknya dibuang. Pisahkan daun yang tersisa, kemudian cuci dan keringkan sebelum dikonsumsi.
Sementara itu, suhu air dan durasi pencucian tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Schaffner menyebut penelitian yang membandingkan penggunaan air bersuhu 60, 80, dan 100 derajat Fahrenheit tidak menemukan perbedaan signifikan dalam efektivitas pencucian. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

