Pada sebagian anak, sistem saraf bahkan dapat memasuki kondisi hypoarousal, yaitu keadaan ketika anak tampak diam, datar, atau seolah tidak bereaksi.
Menurut Ocha, kondisi tersebut bukan berarti anak tidak merasakan ketakutan, melainkan cara otak melindungi diri dari situasi yang dianggap sangat mengancam.
“Akibatnya, ekspresi yang terlihat dari luar tidak selalu mencerminkan apa yang sebenarnya dirasakan anak,” katanya.
Lebih lanjut, Ocha menuturkan anak cenderung memilih diam apabila lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman.
Rasa takut terhadap ancaman pelaku, khawatir tidak dipercaya, merasa akan disalahkan, atau pengalaman diabaikan saat mencoba bercerita menjadi faktor yang membuat anak enggan mengungkapkan kekerasan yang dialaminya.

NOW ON AIR SSFM 100

