“Paparan cahaya pada siang hari tidak menunjukkan hubungan dengan struktur maupun fungsi jantung,” ujar Bereliani.
Karena itu, mengurangi cahaya di kamar tidur dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membatasi paparan cahaya malam.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain menggunakan tirai penghalang cahaya, menutup lampu LED dengan bahan yang tidak tembus cahaya, serta memindahkan ponsel dan perangkat elektronik dari tempat tidur.
Jam digital juga dapat diganti dengan jam analog. Jika lampu malam tetap diperlukan, sebaiknya ditempatkan dekat lantai. Lampu dengan sensor gerak dapat menjadi pilihan karena hanya menyala ketika dibutuhkan.
Penggunaan penutup mata juga dapat membantu mengurangi cahaya yang masuk ke mata selama tidur.
Namun, menjaga kamar tetap gelap bukan berarti menjadi satu-satunya cara mencegah penyakit jantung. Wickramasinghe menekankan pentingnya faktor yang sudah diketahui berperan terhadap kesehatan kardiovaskular, seperti rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang, tidak merokok, serta mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan glukosa. (saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

