Rabu, 6 Mei 2026

Pemkot Prediksi Kediri Berubah dari Kota Industri ke Jasa Imbas Bandara

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kegiatan edukasi ekonomi kreatif di Kediri, Jawa Timur. Foto: Pemkot Kediri Kegiatan edukasi ekonomi kreatif di Kediri, Jawa Timur. Foto: Pemkot Kediri

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, Jawa Timur, memprediksi bahwa ke depan kota ini akan berubah dari kota industri pengolahan menjadi kota ekonomi berbasis jasa imbas dari adanya Bandara di Kediri.

“Dulu sudah kami prediksi di tahun 2015. Perubahan itu semakin nyata saat pemerintah pusat mengumumkan pembangunan Bandara Dhoho dan jalan tol sebagai salah satu proyek strategis nasional. Jadi mau tidak mau kami harus berubah ke ekonomi berbasis jasa,” kata Chevy Ning Suyudi Kepala Bappeda Kota Kediri di Kediri, Selasa (12/12/2023).

Pihaknya tidak memungkiri jika memiliki kekhawatiran bernasib sama dengan kota – kota lain yang dilalui jalan tol. Beberapa titik – titik transit berupa wisata kuliner menjadi sepi karena beroperasinya jalan tol.

“Kami pasti punya kekhawatiran itu. Tapi tetap optimis karena sudah melakukan perubahan sejak 10 tahun yang lalu. Seperti pembangunan beberapa perguruan tinggi negeri, pondok pesantren yang membuat Kota Kediri menjadi kota tujuan bukan hanya kota transit,” kata Chevy, seperti dilaporkan Antara.

Dirinya menambahkan di akhir 2023 hingga 2024, pihaknya memiliki tugas untuk menyusun RPJPD untuk tahun 2025 – 2040. Selain itu dengan pergantian kepemimpinan Wali Kota Kediri pada tahun 2024 dan masa kekosongan kepala daerah pada 2025, Bappeda Kediri harus melakukan penyusunan RPJMD untuk masa transisi tersebut.

“Seharusnya pergantian Wali Kota dilakukan tahun 2024, tapi karena ada pilkada serentak pelantikan Wali Kota Kediri baru bisa dilaksanakan diperkirakan pada bulan Februari hingga April 2025. Jadi kami harus mengisi kekosongan perencanaan di tahun 2025 dengan rencana pembangunan masa transisi,” kata dia.

Pihaknya juga menggelar diskusi dengan menghadirkan diskusi yang diikuti para pemilik ekonomi kreatif di kota ini.

Ia berharap dari kegiatan diskusi yang digelar, para pelaku ekonomi kreatif di kota ini dapat memberikan masukan yang sesuai dengan RPJPD tahun 2025 hingga 2040 untuk menuju Kota perdagangan dan jasa.

Sementara, Arief Priyono, pelaku ekonomi kreatif di Kota Kediri, menyarankan pentingnya pemerintah daerah melakukan pemetaan industri kreatif di Kota Kediri, sehingga orang di luar Kota Kediri mengetahui apa yang diinginkan jika sedang berkunjung di Kota Kediri.

“Perlu melakukan pemetaan dan analisis mana saja karya – karya terbaik di Kota Kediri dari sisi industri kreatif dan perlu database yang mudah dijangkau semua orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika sudah terkoneksi dengan database pemerintah dapat membuat kurikulum yang baik untuk melakukan edukasi membangun industri kreatif.

Setelah semuanya telah dilakukan, pemerintah dapat menyaring ide – ide dari pelaku industri kreatif. Dari ide – ide tersebut dapat di kurasi dan diwujudkan melalui festival industri kreatif tahunan.

“Kami lihat industri kreatif seperti di Kota Bandung, Jakarta, Yogyakarta bisa besar dan dikenal luas seperti sekarang karena ada peran pemerintah. Kami harap Pemkot Kediri juga melakukan hal yang sama jika ingin memperbanyak action di dunia industri kreatif,” kata Arief.(ant/iss)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 6 Mei 2026
30o
Kurs