Selasa, 20 Januari 2026

Kepala Sekolah dan Guru SMK di Jatim Digenjot Agar Lulusan Lebih Siap Kerja

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ratusan kepala sekolah dan guru SMK dari Jatim mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam dalam program Upskilling dan Reskilling Angkatan I dan II di Malang pada 18-30 Januari 2026. Foto: Dinas Pendidikan Jatim

Ratusan kepala sekolah dan guru SMK di Jawa Timur mengikuti program Upskilling dan Reskilling Angkatan I dan II yang digelar di Malang pada 18–30 Januari 2026. Program ini diikuti sekitar 300 peserta dan difokuskan pada penguatan pembelajaran mendalam agar pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, program itu dirancang untuk memperkuat kompetensi pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk untuk kebutuhan dunia kerja.

“Pasar kerja tidak menunggu ijazah, tetapi kompetensi. Karena itu, guru SMK harus mampu menggerakkan cara berpikir murid, bukan sekadar mentransfer materi. Inilah esensi pembelajaran mendalam yang sedang kita dorong,” katanya pada Selasa (20/1/2026).

Aries mengatakan, peningkatan mutu pendidikan vokasi tidak cukup hanya dilakukan lewat pembaruan kurikulum serta penambahan sarana dan prasarana, tapi harus ada peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas dan tempat praktik.

Tantangan dunia kerja, kata dia, ke depan akan menuntut lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi teknologi, kreativitas, serta daya adaptasi yang tinggi.

Melalui upskilling dan reskilling, pihaknya ingin guru mampu merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, serta bisa mendorong siswa untuk menganalisis, mengambil keputusan, dan merefleksikan proses belajarnya.

Dindik menegaskan pentingnya arah pendidikan vokasi yang berdampak nyata, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Transformasi vokasi dimulai dari kelas. Dari guru yang mau terus belajar dan dari kepala sekolah yang berani memberi ruang perubahan. Inilah ikhtiar kita mewujudkan Jatim Cerdas dan menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Sementara itu, I Gusti Made Ardhana Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Otomotif dan Elektronika Malang menyatakan, pihaknya berkomitmen menjadi pusat pengembangan kompetensi bagi guru, kepala sekolah, hingga peserta didik.

“BBPPMPV BOE Malang menyediakan fasilitas pembelajaran yang lengkap, mulai dari sarana prasarana, fasilitas praktik, hingga tenaga pengajar yang kompeten. Seluruh ekosistem ini kami siapkan untuk mendukung peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran,” ucapnya.

BBPPMPV BOE Malang memiliki cakupan layanan di 14 wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Jatim, untuk berperan mengembangkan pendidikan vokasi nasional.

“Kami ingin menjadi ruang belajar yang mendorong guru dan murid terus mengembangkan potensi dan kompetensinya secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 20 Januari 2026
28o
Kurs