Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap pola baru penyebaran promosi judi online (judol) di media sosial. Berbeda dari sebelumnya, pelaku kini lebih banyak membanjiri kolom komentar akun influencer daerah yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan pengikutnya.
Meutya Hafid Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) mengatakan, pergeseran sasaran tersebut menunjukkan strategi baru pelaku judi online untuk menjangkau calon pengguna secara lebih efektif melalui akun-akun yang memiliki keterlibatan (engagement) tinggi.
“Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi,” kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan Kemkomdigi, sebanyak 52 persen komentar spam berisi promosi judi online ditemukan pada akun influencer daerah.
Sementara itu, 31 persen ditemukan di akun instansi pemerintah, 12 persen pada akun media massa, dan lima persen di akun tokoh publik maupun politisi.

NOW ON AIR SSFM 100

