Persebaya Surabaya mengawali musim 2026/2027 dengan fondasi yang mulai menunjukkan hasil. Skuad dibangun lebih awal, kebijakan transfer dilakukan secara terukur, dan investasi pada aspek pendukung performa pemain terus diperkuat.
Buah dari pendekatan tersebut terlihat pada keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026. Bajul Ijo juga mencatatkan rekor tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pramusim sebagai modal menghadapi kompetisi musim baru.
Perjalanan Persebaya kemudian mendapat perhatian dari Rendra Soedjono analis sepak bola. Pria yang akrab disapa Rensu itu menilai Bajul Ijo mulai menunjukkan karakter sebagai klub sepak bola yang dikelola dengan pendekatan bisnis modern.
Rensu menyebut Persebaya sebagai salah satu pionir klub berbasis bisnis di sepak bola Indonesia. Menurut dia, kekuatan Persebaya tidak semata-mata berasal dari kemampuan finansial pemilik klub, tetapi dari upaya membangun sistem yang memungkinkan klub beroperasi secara sehat dan terukur.
Persebaya sendiri selama ini bukan klub yang dikenal agresif menghamburkan dana di bursa transfer. Manajemen justru dinilai cenderung berhitung dalam menentukan kebutuhan skuad dan mengalokasikan anggaran.









