Pemerintah Indonesia belum menyimpulkan penyebab maraknya warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan militer negara lain, termasuk Rusia.
Yusril Ihza Mahendra Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya penipuan berkedok tawaran pekerjaan di luar negeri.
“Tentu ini masalah yang kami juga sudah lama menyelidiki, tetapi belum dapat membuat sesuatu kesimpulan apa yang sesungguhnya terjadi di baliknya,” kata Yusril di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Yusril mengatakan kepolisian tengah mendalami kemungkinan adanya praktik penipuan dalam proses perekrutan.
Modus yang diselidiki antara lain menawarkan pekerjaan kepada seseorang, tetapi pada akhirnya justru membuat orang tersebut terlibat dalam kegiatan militer di negara lain.
NOW ON AIR SSFM 100

