Rabu, 1 Februari 2023

Jokowi Presiden Undang Jepang Investasi Kendaraan Listrik dan Baterai

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Joko Widodo Presiden saat di KTT Ke-25 ASEAN – Jepang yang berlangsung di Sokha Hotel, Phnom Penh, Sabtu (12/11/2022). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden mendorong pembangunan ekosistem kendaraan listrik saat berbicara pada KTT Ke-25 ASEAN – Jepang yang berlangsung di Sokha Hotel, Phnom Penh, Sabtu, (12/11/2022).

“Jepang memiliki kapasitas besar dalam infrastruktur dan industri hijau. Salah satu sektor potensial yang dapat dikembangkan adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik,” ucap Jokowi dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Fumio Kishida Perdana Menteri Jepang.

ASEAN menurut Presiden, memiliki potensi besar bagi pengembangan kendaraan listrik dengan estimasi pasar mencapai 2,7 miliar dolar AS di tahun 2027, sehingga Jepang dapat menjadi mitra utama ASEAN melalui alih teknologi dan investasi.

“Saya mengundang Jepang untuk meningkatkan investasi, terutama dalam manufaktur mobil listrik dan produksi baterai,” ucap Presiden.

Sebagai pemilik 23 persen cadangan nikel dunia, Jokowi Presiden mengatakan Indonesia tengah mengembangkan eksosistem industri kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir dengan target produksi mobil listrik mencapai 600 ribu unit dan 2,45 juta sepeda motor listrik per tahun di 2030 dengan pengurangan total emisi karbondioksida 3,8 juta ton.

“Kami juga telah menetapkan peta jalan pengembangan industri kendaraan berbasis baterai. Upaya ini akan mempertebal kontribusi kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth dan di saat yang sama pada upaya global atasi iklim,” jelas Presiden.

Tahun depan ASEAN dan Jepang akan memperingati 50 tahun kemitraan. Jokowi berharap momentum emas tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun ekonomi kawasan yang lebih tangguh dan hijau.

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam KTT Ke-25 ASEAN – Jepang yaitu Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri, dan Pratikno Menteri Sekretaris Negara.(faz/iss)

Berita Terkait