Emil menjelaskan, ada dua langkah utama dalam mewujudkan transisi energi di sektor industri. Pertama, beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Kedua, melakukan konservasi energi dengan menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi hasil produksi.
“Teknologi manufaktur hari ini berkembang ke arah efisiensi. Bagaimana mengurangi konsumsi energi untuk menghasilkan output yang sama, bahkan lebih baik. Itu menjadi ciri khas perkembangan industri saat ini,” ujarnya.

Menurut Emil, penyelenggaraan Manufacturing Surabaya selama 20 tahun telah menjadikan Surabaya sebagai pusat pertemuan pelaku industri untuk saling bertukar teknologi, memperluas kolaborasi, dan memperkuat daya saing manufaktur Indonesia.

NOW ON AIR SSFM 100

