“Ini menjadi pusat gravitasi untuk melihat teknologi-teknologi terbaru dan mempertemukan para pelaku industri. Dari kolaborasi itu Jawa Timur bisa menjadi rumah bagi pengembangan manufaktur yang relevan dengan tantangan masa depan,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi berbagai pihak, termasuk Japan External Trade Organization (JETRO) yang dinilai memperkuat kemitraan internasional bagi perkembangan industri di Jawa Timur.
Emil menambahkan, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur.
“Kontribusi sektor manufaktur kita lebih dari 30 persen terhadap perekonomian Jawa Timur dan menyumbang sekitar 22 persen atau hampir seperempat dari total manufaktur nasional. Karena itu sudah sepantasnya event sebesar ini diselenggarakan di Jawa Timur,” katanya.
Terkait tantangan biaya dalam transisi energi, Emil menilai pemerintah daerah perlu memulai dari langkah-langkah yang paling mudah diterapkan atau quick win.

NOW ON AIR SSFM 100

