Reuters juga mengaitkan pengunduran diri Perry dengan perhatian lembaga pemeringkat internasional terhadap perubahan mandat BI. Moody’s dan Fitch sebelumnya memasukkan persoalan tersebut sebagai salah satu faktor penurunan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif.
Namun, S&P mempertahankan prospek peringkat Indonesia tetap stabil. Lembaga itu menilai BI masih memiliki independensi operasional yang relatif sejalan dengan bank sentral negara-negara lain di kawasan.
Sebelum pengunduran diri Perry, BI pada pekan lalu mengejutkan pasar dengan mempertahankan suku bunga acuan. Bank sentral memilih menawarkan insentif baru untuk menarik aliran modal asing dan menopang nilai tukar rupiah.
BI sebelumnya telah menaikkan suku bunga dengan total 100 basis poin sejak Mei sebagai upaya menjaga rupiah.
Reuters menilai pergantian mendadak pejabat ekonomi penting dapat kembali menimbulkan kekhawatiran pasar. Tahun lalu, pencopotan Sri Mulyani Indrawati dari posisi Menteri Keuangan juga sempat mengguncang investor yang mencemaskan kredibilitas fiskal Indonesia di tengah besarnya agenda belanja pemerintahan Prabowo. (bil/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

