Kamis, 16 Juli 2026

Piter Abdullah: Kebocoran Fiskal Terbesar Justru Berasal dari Pengelolaan Kekayaan Alam

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Piter Abdullah Direktur Program Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies (paling kanan) dalam Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, tetapi nilai ekonomi yang dihasilkan belum sepenuhnya dinikmati masyarakat. Karena itu, diperlukan regulasi yang mampu menerjemahkan secara konkret amanat Pasal 33 UUD 1945 dalam tata kelola sumber daya alam.

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus benar-benar dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat Pasal 33 perlu diterjemahkan dalam regulasi yang jelas,” ujarnya.

Piter menilai masih banyak daerah penghasil tambang yang mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi belum diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa manfaat pengelolaan sumber daya alam belum dirasakan secara merata oleh masyarakat di daerah.

“Banyak daerah tumbuh di atas rata-rata nasional karena tambang, tetapi tingkat kemiskinannya tidak berubah. Artinya, hasil kekayaan alam itu belum benar-benar dinikmati rakyat,” katanya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 16 Juli 2026
29o
Kurs