Jumat, 9 Oktober 2026

Purbaya: SAL Rp438,26 Triliun Jadi Penopang Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat Paripurna DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto KLI Kemenkeu

Sebelumnya, pada Jumat (26/6/2026) pekan lalu, Purbaya juga menyampaikan bahwa per Juni 2026, pemerintah memiliki SAL di Bank Indonesia sebesar Rp590 triliun.

Purbaya menegaskan, APBN Tahun Anggaran 2025 mampu menjalankan fungsinya secara efektif sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pembangunan di tengah berbagai tantangan global.

Menurut Menkeu, APBN Tahun Anggaran 2025 memiliki nilai strategis karena disusun pada masa pemerintahan Joko Widodo Presiden, kemudian dilaksanakan pada masa pemerintahan Prabowo Subianto Presiden.

APBN tersebut dirancang untuk menjaga keberlanjutan, penguatan, dan akselerasi program-program pembangunan agar tetap berjalan optimal. Di saat yang sama, APBN juga dikelola secara sehat, kredibel, dan berkelanjutan untuk mendukung agenda pembangunan jangka menengah dan panjang.

“APBN 2025 memiliki nilai yang sangat strategis. APBN ini disusun untuk menjaga keberlanjutan, penguatan, dan akselerasi program-program pembangunan tetap berjalan optimal,” ujar Purbaya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
30o
Kurs