“Memang beberapa waktu terakhir ini kita melihat purchasing managers index itu kan turun. Artinya sektor manufaktur ini sedang dalam ujian. Banyak industri manufaktur itu yang mengalami kemunduran, walaupun data di Jawa Timur mengatakan tidak demikian. Jawa Timur ini adalah merupakan kantong industri yang penting begitu ya. Tapi investor asing itu tidak tidak begitu banyak masuk,” kata Rhenald saat on air di program Wawasan Suara Surabaya, Senin (19/8/2026).
Prof. Rhenald mengatakan, perlambatan manufaktur ikut mengubah tempat tenaga kerja muda mencari penghasilan. Sektor informal kemudian menjadi salah satu penampung utama, mulai startup, perdagangan online hingga transportasi online.
“Sektor manufaktur itu memang melambat, dan sekarang memang yang menampung anak-anak muda pekerja itu memang adalah sektor informal. Sektor informal itu termasuk adalah startup. Startup khususnya adalah yang tadi itu jualan online gitu ya, transportasi online. Banyak sekali di situ yang masuk di situ,” ujarnya.
Pergeseran itu menurut Rhenald juga berkaitan dengan perubahan preferensi dalam bekerja. Di sejumlah daerah, ia menemukan perusahaan yang membuka usaha karena melihat jumlah penduduk usia produktif cukup besar.
Tapi, saat perusahaannya mulai beroperasi, tidak semua anak muda berminat menjadi pekerja di sana. Sebagian memilih pekerjaan yang dinilai lebih fleksibel. Mereka bisa menjalankan usaha, menyewakan aset, maupun masuk ke transportasi online karena memiliki kebebasan waktu lebih besar.

NOW ON AIR SSFM 100

