Selain faktor eksternal, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu (23/9/2026) akan menjadi salah satu agenda yang dicermati pasar, terutama di tengah pergerakan rupiah dan dinamika inflasi.
Ibrahim menyebut kebijakan bank sentral global saat ini tidak seragam. Sebagian bank sentral mengambil sikap hawkish, sementara bank sentral lainnya masih memiliki ruang untuk mempertahankan atau melonggarkan suku bunga.
“Sebagian mengambil sikap hawkish, sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuan. Namun, melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu (23/9) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis points),” ungkapnya.
Pelemahan rupiah juga tercermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
Pada Senin, JISDOR tercatat Rp17.813 per dolar AS, melemah dari Rp17.745 per dolar AS pada penetapan sebelumnya. Data Bank Indonesia mencatat Rp17.745 sebagai JISDOR pada 18 September 2026. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

