Akademisi: Kopdes Merah Putih Janji Politik, Tapi Wajib Dievaluasi Jika Tak Berdampak
Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi - Rupiah dan Dolar AS. Foto: iStock
S&P menilai tekanan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara serta masih dapat ditopang oleh pemulihan penerimaan negara, ekspor komoditas, dan komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski demikian, S&P juga menyoroti pelemahan rupiah yang mencapai sekitar 7 persen sepanjang semester I serta risiko tekanan fiskal dan eksternal yang masih perlu dijaga.
“Jadi, keputusan S&P membantu menahan tekanan, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah besar-besaran,” ungkap Josua. (ant/ham)