Rabu, 25 November 2020

Risma Siap Entaskan Problem Ekonomi Keluarga Petugas KPPS yang Gugur

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat mengobrol dengan istri dan anak-anak almarhum Suroso. Foto: Istimewa.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya terus menyisir keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai tugas Pemilu 2019. Kunjungan ketujuh dilakukan Risma di rumah duka almarhum Suroso (52) di JL Tambaksari 2 No 15 RT 04, RW 01, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Sabtu (11/5/2019).

Suroso adalah petugas Linmas yang menjaga TPS 02 Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari yang tutup usia pada Sabtu (4/5/2019), setelah sempat menjalani perawatan di RS Soewandhi selama 8 hari dan RS Dr Soetomo selama 2 hari.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Risma tiba di rumah duka. Pada kesempatan itu, ia berbincang langsung dengan istri almarhum Suroso, Kasianti (35) bersama dua anaknya, Fandi Bondan (12) serta Bella Putri (5), dan didampingi pengurus RT/RW setempat.

Setelah melihat dan mendengar langsung kondisi keluarga almarhum Suroso, Risma langsung menawarkan bantuan berupa fasilitas tempat tinggal yang berada di Rusun Keputih atau Tambak Wedi.

“Monggo, ayo tak pindahkan ke Rusun Keputih, atau Tambak Wedi. Di sana enak, sudah ada perabotan juga. Kalau mau, hari ini saya pindahkan, saya bantu juga untuk pindahan. Biar tenang, tidak nyewa Rp 350 ribu per bulan,” kata Risma kepada istri almarhum.

Risma juga memastikan pendidikan anak-anak Kasianti terjamin. Ia ingin supaya anak-anak Kasianti jangan sampai putus sekolah. Karena itu, jika keluarga bersedia pindah ke rusun, pihaknya akan membantu mencarikan sekolah minimal sampai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Terlebih untuk anak Kasianti nomor dua, Fandi Bondan (12), berkebutuhan khusus.

“Tidak perlu bingung, untuk biaya sekolah nanti saya bantu. Nanti sekolahnya dipindahkan yang paling dekat dengan pilihan rusun. yang nomer dua, saya sekolahkan inklusi. Yang paling kecil bisa sekolah paud di sana, harus lanjut sekolah. Apapun yang terjadi, apalagi yang anak pertama sudah kelas satu SMA, kurang 2 tahun lagi lulus, jangan putus sekolah, saya bantu,” kata
Risma juga memotivasi anak pertama Suroso yakni Lucky Perdana (16), yang saat ini sudah menginjak kelas satu SMA agar tidak berhenti sekolah. Pasalnya, Lucky enggan melanjutkan sekolah dan ingin membantu ibunya.

“Saya pesan, tolong jangan sampai putus sekolah, saya bantu segala keperluan,” katanya.

Selain bantuan berupa santunan, pendidikan dan tempat tinggal, Risma juga menyediakan lahan pekerjaan bagi Kasianti, agar tetap bisa bekerja dan menjaga anak-anaknya saat tinggal di rusun nanti. Ia juga memastikan kehidupan mereka akan lebih baik.

“Nanti sampean (anda), saya carikan pekerjaan di taman yang tidak jauh dari tempat tinggal di depan rusun, sambil bisa nunggu anak yang paling kecil. Biar ibunya saja yang kerja, anaknya jangan dulu, belum waktunya. Eman, anak panjenengan (anda) jangan dibolehin putus sekolah lho ya,” pesannya.

Sementara itu, Kasianti menceritakan bagaimana kondisi suaminya saat jelang meninggal yang mengeluhkan sakit di bagian kepala. “Saya bawa ke RS Soewandhi kemudian ke RS Dr Soetomo dokter bilang sakit liver. Lalu tidak ada (meninggal) pukul 07.00 WIB, Sabtu (4/11) dan dimakamkan di pemakaman Karanggayam,” kata Kasianti.

Kasianti juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya atas kepedulian membantu kesulitan-kesulitan keluarganya. “Terima kasih Bu Risma sudah disambangi, dan diberi bantuan. Saya bersedia pindah, tapi mungkin nunggu suami saya 40 harinya dulu, saya juga mau pamitan sama tetangga-tetangga,” katanya. (bid)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Kecelakaan Mobil di Tol Porong arah Sidoarjo

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
34o
Kurs