Jumat, 22 Oktober 2021

Filipina Evakuasi 1.800 Warganya Saat Badai Molave Mendekat

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
badai molave filipina Warga mengendarai kendaraan melewati kawasan tergenang banjir usai diguyur hujan lebat akibat badai tropis "Butchoy" di Manila, Filipina, Kamis (11/6/2020). Foto: Antara

Filipina mengevakuasi hampir 1.800 warga dan menangguhkan perjalanan laut karena badai tropis Molave diperkirakan menyebabkan hujan lebat di dua wilayah di bagian selatan pulau utama Luzon, Minggu (25/10/2020).

Peringatan angin topan tropis dikeluarkan untuk beberapa provinsi di wilayah Bicol dan Calabarzon. Badai Molave diperkirakan akan menghantam di kemudian hari saat melintasi wilayah selatan Luzon. Demikian pernyataan biro cuaca nasional.

“Intensifikasi lebih lanjut sebelum pendaratan di wilayah Bicol masih mungkin terjadi,” kata biro dalam sebuah buletin dikutip Antara.

Badai Molave mengikuti badai tropis Saudel yang mana pekan lalu telah menyebabkan banjir yang meluas di Provinsi Quezon di wilayah Calabarzon, tenggara Ibu Kota Manila.

Setelah melintasi kepulauan Filipina, Badai Molave diperkirakan akan terus meningkat di Laut Cina Selatan, kemungkinan mencapai kategori topan pada Selasa malam (27/10/2020).

Operasi perjalanan laut dibatalkan di wilayah Calabarzon dengan 662 orang dilaporkan terdampar di pelabuhan karena angin kencang, Demikian menurut badan pemantau bencana nasional Filipina.

Otoritas Filipina menyatakan, total ada sebanyak 532 keluarga atau 1.789 orang di Provinsi Bicol yang lebih dulu dievakuasi ke tempat penampungan sementara demi mengantisipasi dampak korban bencana.(ant/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Jumat, 22 Oktober 2021
34o
Kurs