Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Tegaskan Pentingnya Penguatan Ekonomi Desa di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden memimpinnrapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden menegaskan, krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19 harus jadi momentum melakukan reformasi dan merencanakan strategi besar untuk mendukung ekonomi, salah satunya di desa-desa.

Hal itu disampaikan Presiden dalam forum rapat kabinet terbatas membahas percepatan peningkatan ekonomi desa, Kamis (24/9/2020), di Istana Merdeka, Jakarta.

“Pandemi yang tengah kita hadapi harus menjadi sebuah momentum untuk menginstal ulang, memperbaiki lagi, juga melakukan reform_l mengenai strategi besar dalam transformasi ekonomi desa,” ujarnya melalui konferensi video.

Pada kesempatan itu, Presiden memberikan sejumlah arahan kepada jajaran terkait.

Pertama, Kepala Negara meminta agar seluruh skema program yang berkaitan dengan jaring perlindungan sosial di desa seperti Program Keluarga Harapan, bantuan sosial tunai, bantuan langsung tunai desa dan lain sebagainya harus berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.

Begitu juga dengan pelaksanaan program padat karya tunai di pedesaan yang harus dikawal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sehingga dapat mengurangi beban masyarakat desa yang mungkin kehilangan pekerjaan di tengah pandemi, kesulitan mencari kerja, atau yang berasal dari kalangan tidak mampu.

“Pastikan itu diterima oleh masyarakat di desa yang terdampak Covid dan yang sangat membutuhkan,” tuturnya.

Selanjutnya, Jokowi juga menginstruksikan para jajaran terkait untuk mengonsolidasikan program-program kementerian yang dapat meningkatkan ekonomi desa.

Masing-masing kementerian tidak boleh menjalankan program secara sendiri-sendiri, serta harus mengintegrasikan diri ke dalam skema program yang saling mengisi satu sama lain.

“Misalnya Kementerian Desa memastikan dana desa digunakan lebih produktif, Kementerian PUPR menyediakan infrastruktur dasarnya, Kementerian Perhubungan konektivitasnya, Kementerian Sosial mengenai penanganan warga yang kurang mampu, dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk sektor usaha kecil dan mikro,” paparnya.

Kalau berbagai program tidak terintegrasi, Presiden menilai hasilnya tidak akan kelihatan.

Selain itu, masing-masing desa juga harus diarahkan untuk mengembangkan potensi lokalnya dalam rangka memperkuat daya ungkit ekonomi desa.

Warga-warga di desa harus diberikan ruang partisipasi dan kreasi dalam memajukan sektor-sektor unggulan desa seperti yang berkaitan dengan pertanian, wisata desa, hingga industri di pedesaan.

“Itu yang harus difasilitasi serta diberikan akses permodalan dan teknologi mau pun di sisi keterampilan. Juga dorong kerja sama antardesa agar bisa masuk ke supply chain yang lebih luas sehingga pelaku usaha di desa bisa upskilling dan naik kelas,” tandasnya.(rid/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
24o
Kurs