Rabu, 29 Juni 2022

MUI: Awak KRI Nanggala-402 Meninggal sebagai Syuhada

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Asrorun Niam Ketua MUI Bidang Fatwa saat menyampaikan rekomendasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Foto: Antara/Tangkapan Layar Youtube Kominfo

Asrorun Niam Sholeh Ketua MUI Bidang Fatwa meminta masyarakat memunajatkan doa atas gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402 karena ia meyakini bahwa mereka meninggal dalam keadaan syuhada.

“Setiap Muslim yang matinya tenggelam, terlebih dalam tugas negara, merupakan mati syahid. Korban KRI Nanggala-402 yang teridentifikasi sempat shalat berjamaah sebelum berlayar, menjalankan tugas kedinasan, tugas negara, karenanya mereka termasuk syuhada,” ujar Asrorun Niam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/4/2021) dilansir dari Antara.

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan hanya duka bagi keluarga maupun TNI, tetapi seluruh masyarakat Indonesia juga merasakan kehilangan yang sama.

Asrorun juga mengajak seluruh umat Islam untuk menggelar shalat gaib dan mendoakan para korban diberikan tempat yang terbaik di sisi Sang Pencipta.

Ia berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan atas ujian yang terjadi.

Asrorun juga mengajak masyarakat untuk meringankan duka keluarga dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak awak KRI Nanggal-402. “Mari berpartisipasi untuk meringankan duka mereka, termasuk dengan memberi beasiswa bagi putra-putri yang ditinggalkan,” katanya.

Sebelumnya, Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengatakan 53 awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan telah gugur.

Kapal selam yang membawa 53 orang ini terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo.

Panglima mengatakan status KRI Nanggala-402 telah menjadi subsunk (tenggelam) setelah tim pencari melakukan pencarian selama 72 jam.(ant/frh/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 29 Juni 2022
32o
Kurs