Sabtu, 4 Desember 2021

Permintaan Plasma Konvalesen di PMI Surabaya Bertambah, Stok Masih Kosong

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Donor plasma konvalesen di PMI Surabaya. Saat ini pendonor minim, sehingga persediaan plasma konvalesen kosong. Foto: totok/dok. suarasurabaya.net

Sampai Senin (21/6/2021) permintaan plasam konvalesen di PMI Surabaya terus bertambah. Bahkan rata-rata setiap hari sekitar 100 permintaan plasma konvalesen dari masyarakat belum seluruhnya bisa terlayani. Stok plasma konvalesen masih kosong. Pendonor minim.

“Karena setiap hari juga terus terjadi penambahan permintaan plasma konvalesen. Padahal pendonor dari hari ke hari juga minim jumlahnya. Antrian permintaan plasma konvalesen jadi semakin panjang. Sampai hari ini saja sudah lebih dari 300 antrian belum terlayani. Stok plasma konvalesen di PMI Surabaya masih kosong,” terang dr. Martono Adi Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, Senin (21/6/2021).

Permintaan plasma konvalesen, menurut dr. Martono saat ini bahkan sejak beberapa minggu belakangan ini mengalami peningkatan. Kalau sebelumnya memang jumlah pendonor plasam konvalesen lebih banyak dibandingkan dengan permintaan, justru pada minggu-minggu setelah Lebaran, permintaan plasma konvalesen terus meningkat. Sedangkan pendonor minim jumlahnya.

“Sebelum Lebaran kemarin, pendonor per hari pernah mencapai 300 orang pendonor. Karena itu kami punya stok persediaan plasma konvalesen yang cukup banyak. Tetapi setelah Lebaran, terjadi kecenderungan permintaan plasma konvalesen meningkat. Tetapi jumlah pendonor malah terus menurun jumlahnya. Minim sekali,” kata Martono.

Minimal dua minggu setelah dinyatakan sembuh oleh dokter, seorang penyintas Covid-19, lanjut Martono bisa melakukan donor plasma konvalesen. “Tentunya setelah melakukan pemeriksaan kesehatan awal. Dan dinyatakan layak sehat untuk mengikuti donor plasma konvalesen, maka penyintas boleh menlakukan donor plasma konvalesen,” papar Martono.

Seorang penyintas Covid-19, tambah Martono memang kondisinya tidak sama antara satu penyintas dengan penyintas lainnya. Termasuk kondisi kesehatannya pasca terpapar Covid-19 dan dinyatakan sembuh oleh dokter. “Seorang penyintas Covid-19 setelah sembuh ada yang bisa melakukan donor plasma konvalesen sampai dengan 12 kali donor. Tetapi ada juga yang hanya bisa sekali saja donor plasma konvalesen. Memang seperti itu. Tidak sama,” ujar Martono.

Termasuk juga penyintas Covid-19 yang telah sembuh kemudian mengikuti vaksinasi memang butuh waktu untuk bisa melakukan donor plasma konvalesen. Dari vaksinasi pertama, dibutuhkan waktu sebelum mengikuti vaksinasi kedua. “Setelah vaksinasi kedua, penyintas juga butuh waktu untuk memulihkan kondisinya sebelum melakukan donor plasma konvalesen. Ini juga jadi penyebab minimnya pendonor plasma konvalesen,” imbuh Martono.

Oleh karena itu Martono mengimbau masyarakat, khususnya penyintas Covid-19 untuk segera melakukan donor plasma konvalesen sebelum melakukan vaksinasi. “Kondisi saat ini plasma konvalesen memang kosong. Tidak ada stok. Untuk memenuhi permintaan harian saja kami masih belum bisa seluruhnya,” pungkas Martono.(tok/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
32o
Kurs