Selasa, 26 Oktober 2021

Surabaya Butuh Banyak Museum, Ingatkan Banyaknya Cagar Budaya dan Sejarah

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Museum Olahraga Surabaya di Jalan Padmosusatro akhirnya diresmikan, Sabtu (8/5/2021). Foto: Manda suarasurabaya.net

Di masa mendatang, pembangunan Kota Surabaya seharusnya diikuti pertambahan pembangunan museum. Mengingat kota ini punya banyak cagar budaya dan peninggalan sejarah yang belum terjamah.

Nonot Sukrasmono Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) menyampaikan itu. Dia juga menambahkan, di Surabaya masih banyak peninggalan sejarah dan cagar budaya yang memang belum dikelola dengan baik serta butuh penanganan khusus.

“Satu di antaranya adalah dengan membangun museum, sebagai langkah penyelamatan peninggalan sejarah yang ada, sehingga tidak begitu saja hilang atau lepas dari pengelolaan pemerintah Kota Surabaya. Pembangunan fasilitas seperti museum perlu dilakukan,” terang Nonot Sukrasmono, Senin (31/5/2021).

Pembangunan gedung-gedung tinggi, tata kota yang penuh indahnya taman, serta banyaknya fasilitas umum di Kota Surabaya hingga di usianya ke-728 terus berlangsung.

Tetapi memang kebutuhan pelestarian serta pengelolaan museum sebagai sarana pencatatan sejarah kota masih belum dilaksanakan secara masif.

“Beberapa tahun lalu, ada bangunan peninggalan sejarah di Surabaya yang tiba-tiba saja dibongkar lalu berganti menjadi gedung baru. Masyarakat sibuk memprotes pemerintah, tapi tidak ada hasilnya. Bangunan bersejarah itu sudah berpindah kepemilikan. Ke depan hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegas Nonot yang juga pelukis itu.

Pembangunan museum, lanjut Nonot juga jangan sekedar sebagai tempat penyimpanan benda-benda kuno semata. Seperti di luar negeri misalnya, museum dibuat sedemikian rupa menjadi sarana wisata yang diminati masyarakat termasuk generasi muda. Menurutnya ini penting dipahami oleh pemerintah kota.

“Generasi muda saat ini tidak bisa lepas dari dunia digital yang terus berkembang. Nah, pembangunan museum sebaiknya juga dapat dinikmati generasi muda. Artinya, museum bukan sekedar tempat menyimpan benda kuno peninggalan sejarah. Ini serius,” kata Nonot.

Sejarah Surabaya cukup panjang. Kota ini, kata Nonot, terdiri dari kampung-kampung dengan segala budaya dan keindahannya yang sangat beragam. Jika kampung-kampung dengan bangunan cagar budaya di dalamnya serta aneka budaya di dalamnya itu hilang, generasi muda penerus bangsa kehilangan juga sebagian sejarah kotanya.

“Kota Surabaya terus berkembang dan modern. Sejarah kota ini panjang, generasi mendatang, para milenial, perlu tahu bagaimana sejarah kota ini berlangsung. Pemerintah kota Surabaya perlu secara terus menerus dan berkesinambungan menjaga warisan sejarah kota ini. Dan pembangunan museum bisa jadi solusinya,” pungkas Nonot.(tok/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Selasa, 26 Oktober 2021
31o
Kurs